Analisa dan Keamanan Jaringan LAN pada usaha Warnet Ticcom
Juni 30, 2020
Analisa dan Keamanan Jaringan LAN pada usaha Warnet Ticcom - Berikut ini adalah hasil Analisa dan Keamanan Jaringan LAN pada usaha Warnet Ticcom dari tim kami.
Bentuk Jaringan yang digunakan
Bentuk jaringan dari Warnet ini adalah LAN (Local Area Network), karena skala dari jaringan ini yang kecil dan hanya berada di satu ruangan.
Komponen Hardware yang ada di warnet ini :
- 1 buah server
- 1 buah hub
- 2 buah switch
- Kabel
- 40 buah PC
Beberapa Kelebihan dari Jaringan LAN :
- Melakukan transfer file melalui suatu server pengatur keluar-masuk informasi adalah hal yang memungkinkan
- Dapat melakukan penggunaan sumber daya secara bersama-sama
- Penggunaan dengan LAN dapat membuat pekerjaan lebih efektif dan efisien
- Keamanan kerahasiaan data maupun investasi terjamin karena LAN memiliki sistem pengatur password
- Tidak banyak penggunaan kabel
- User interface yang digunakan adalah fasilitas yang baku
- Bisa menciptakan jaringan hubungan antar sistem dan berbagai merek
- Sistem yang terhubung ke terminal lebih banyak
- Jaringan LAN membuat kita mengkopi data antar komputer dan lebih cepat sehingga menghemat waktu
Permasalahan Jaringan dan Cara Mengatasinya
Jaringan
dalam warnet ini terkadang mengalami masalah, berikut adalah masalah yang paling sering terjadi dan cara mengatasinya
antara lain :
1.
Kerusakan pada Kabel dan Konektor Jaringan
Masalah pertama yang sering terjadi pada
jaringan warnet adalah jaringan yang tidak dapat bekerja dengan baik dan juga
optimal, yang disebabkan gangguan dan kerusakan pada kabel dan juga konektor
jaringan.
Masalah
pada kabel dan juga konektor sebenarnya merupakan masalah yang cenderung simple
dan jga sederhana. Akan tetapi hal ini malah akan menyebabkan jaringan LAN
menjadi tidak bekerja dengan baik, apalagi jaringan LAN yang menggunakan
topologi ring ataupun topologi bus.
Bagaimana
mendeteksi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan?
Untuk
dapat mendeteksi kerusakan pada kabel dan juga konektor jaringan, yang harus
dilakukan pertama kali adalah dengan cara melakukan pengecekan dengan
menggunakan LAN tester. Dengan menggunakan LAN tester, maka kita akan dapat
mengetahui apakah kerusakan memang berasal dari kabel atau bukan.
Mengapa
kabel bisa mengalami kerusakan?
Ada banyak hal yang dapat membuat kabel
jaringan mengalmai kerusakan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat
menyebabkan kabel jarina mengalami kerusakan:
- Kabel yang terjepit
- Kabel yang digigit oleh hewan pengerat
- Kondisi kabel yang sudah tidak baik kualitasnya
- Konektor yang telepas
- Kesalahan pada saat menyusun kabel
Bagaimana
mengatasi kabel yang rusak?
Cara
paling mudah dan juga simple untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara
mengganti kabel yang megalami kerusakan, sehingga bisa bekerja dengan lebih
optimal lagi. Untuk itu user maupun teknisi perlu tau apa saja jenis-jenis
kabel jaringan komputer agar penggunaannya tepat dengan jaringan yang digunakan
sehingga tidak perlu merasakan kerusakan untuk kesekian kalinya.
2. Hub dan Switch
Secara
Fisik hub dan switch sama, kegunaan secara umum pun sama yaitu menghubungkan
antara device jaringan dan/atau
antara komputer dalam jaringan. Tetapi sebenarnya cara kerjanya berbeda jauh.
a.
Hub
Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1
(Physical Layer). Maksudnya, hub
tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada
kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke
seluruh port pada hub sehingga paket
data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang
mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data
telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini
menyebabkan fungsi collision lebih
sering terjadi.
Misalnya
ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama
ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang
sama (jalur broadcast yang sama)
sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang
paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket
data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara
fisik, hub mempunyai lampu led yang
mengindikasikan terjadi collision.
Ketika
paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim
ke setiap port lainnya sehingga bandwidth
pada hub menjadi terbagi ke seluruh
port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk
setiap port.
Hal
ini membuat pengiriman data pada hub
dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.
b.
Switch
Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara
konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer) dan ada yang layer
3 (Network Layer). Maksudnya, switch
pada saat pengirimkan data mengikuti MAC
address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch
mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat
yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan
terjadi tabrakan (collision) karena
alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin
banyak port yang tersedia pada switch,
tidak akan mempengaruhi bandwidth
yang tersedia untuk setiap port.
Ketika
paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan
tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini
menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub
baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya. Perbedaan
cara kerja ini menjadi perbedaan mendasar antara hub dengan switch.
Perbedaan ini pula mengakibatkan transfer
data switch lebih cepat daripada hub karena switch langsung mengirim paket data ke komputer tujuan, tidak
mengirim ke seluruh port yang ada (broadcast)
sehingga bandwidth yang ada pada switch
dapat digunakan secara penuh.
2.2 Kerusakan pada HUB dan
Switch
Pada sebuah jaringan LAN, hub dan juga switch
merupakan perangkat keras jaringan yang paling penting. HUB dan juga switch
dapat membantu memecah jaringan menjadi beberapa kanal dan menghubungkan setiap
komputer client dengan server. Kerusakan pada switch ataupun hub tentu saja
akan menyebabkan keseluruhan komputer client menjadi tidak dapat bekerja dan
mengakses informasi dari komputer server.
Akan
tetapi kerusakan pada perangkat keras komputer yang satu ini sering menjadi
perdebatan karena fungsi dari keduanya merupakan supporting untuk mendukung jaringan
lebih optimal. Perbedaan hub dan switch akan terlihat jelas pada jaringan yang
digunakan, seperti pada topologi jaringan komputer perangkat ini bertugas untuk
memecah paket data dari server menuju client.
Bagaimana
mendeteksi kerusakan pada HUB?
Cara
termudah untuk mendeteksi kerusakan pada hub dan juga switch adalah dengan cara
melihat lampu indikatornya. Apabila lampu indikatornya tidak menyala, maka
mungkin saja hub atau switch tesebut mengalami kerusakan.
Bagaimana
mengatasinya?
Ketika
anda sudah mengetahui bahwa hub anda mengalami kerusakan, maka cara paling baik
untuk mengatasinya adalah dengan cara mengganti dengan yang baru. Namun,
apabila hub atau switch anda masih masuk ke dalam masa garansi, anda bisa
melakukan proses klaim garansi.
2.3 Manageable Switch dan Unmanageable
Switch
Switch yang
beredar dipasaran ada dua jenis, unmanageable
dan manageable. Jika kita beli selama
ini kemungkinan besar jenis unmanageable
switch. Manageable switch
memiliki kelebihan-kelebihan tertentu dibanding unmanageable switch
(tentunya dikomparasi dengan harga yang lebih mahal dibanding unmanageable
switch)
Fungsi-fungsi
Manageable Switch sbb:
Ø Menaktifkan/Menonaktifkan
port-port tertentu.
Ø Memberi
prioritas lebih tinggi untuk port tertentu.
Ø Mengaktifkan
pengaturan bandwith untuk masing-masing port.
Ø SNMP
monitoring dan mencek apakah peralatan yang terhubung ke switch aktif atau
tidak.
Ø Link aggregation, menggabungkan beberapa port
menjadi satu koneksi untuk mendapatkan bandwith yang lebih besar.
3.
Local Area Connection yang Tidak Muncul
Masalah yang kadang terjadi adalah Local
Area Connection yang tidak muncul dan tidak terdeteksi pada komputer user atau
client. Karena jika hal ini tidak dapat bekerja atau terjadi masalah, maka
komputer tidak bisa terkoneksi, yang akan berdampak pada keruskan hardware
tertentu yang menggangu prinsip kerja jaringan komputer itu sendiri.
Apa
penyebabnya?
Penyebab
umum dari kondisi ini adalah network wireless adapter yang tidak terpasang dengan
baik, ataupun driver dari network wireless adapter yang mungkin tidak
terinstall dengan baik.
Bagaimana
Solusi untuk mengatasinya?
Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan
pembetulan dari proses pemasangan network wireless adapter, ataupun melakukan
penginstalan ulang pada driver adapter network tersebut, agar LAN dan juga
local area connection bisa dijalankan dengan benar.
4.
Icon LAN yang Tidak Berkedip
Masalah lainnya yang juga sering muncul
pada konektivitas jaringan LAN di warnet ini adalah icon LAN yang tidak
berkedip dan tidak muncul. Apabila icon LAN tidak mau berkedip, maka sudah
pasti ada masalah pada bagian hardware LAN nya. Penyebab utama dari hal ini
adalah konektor LAN yang mungkin tidak terpasang dengan sempurna, ataupun hub
dan juga switch yang mengalami kerusakan.
Jika
sudah seperti ini bukan tidak mungkin akan menghambat kerja hardware lainnya
seperti pada fungsi hub dan fungsi switch dalam menyalurkan sinyal paket data
pada setiap komputer client.
Bagaimana
mengatasinya?
Untuk
mengatasinya, cukup mudah untuk dilakukan. Yang anda perlukan hanyalah mencoba
untuk mencabut dan memasang kembali konektor LAN anda dan juga melakukan
pengecekan terhadap perangkat keras seperti hub dan juga switch.
5.
Proses Transmisi Data yang Lambat
Pada kondisi tertentu, seringkali
ditemukan proses koneksi dan juga autentifikasi yang lambat, serta proses
transmisi data yang juga ikut menjadi lambat. Hal ini tentu saja sangat
mengganggu, karena kita sebagai user akan memperoleh data secara lambat dan juga
akan memakan waktu lama.
Mengapa
hal ini terjadi?
Secara umum, proses transfer dan juga
transmisi data yang menjadi lambat daripada biasanya terjadi karena kesibukan
pada server. Pada satu waktu tertentu, jaringan tersebut akan penuh dan juga
sibuk, sehingga menyebabkan arus data menjadi sangat padat. Hal ini akan
menyebabkan proses transfer data akan menjadi lambat.
Namun
perlu diperhatikan juga pada perangkat yang ada dalam komputer maupun laptop
baik itu perangkat lunak maupun perangkat kerasnya. Seperti contoh osi layer
jaringan komputer yang menjadi lapisan dalam transmisi data untuk menyalurkna
paket data kepada komputer client.
Bagaimana
mengatasi hal ini?
Untuk
mengatasi hal ini, ada baiknya sebagai user, kita dapat membatasi waktu untuk
melakukan akses informasi. Cara lain yang bisa digunakan adalah melakukan
upgrade pada server dan juga prangkat keras jarinan, misalnya mengganti kabel
jaringan biasa degnan menggunakan kabel jaringan dengan serat optic.
6.
Sering Mengalami Kegagalan Server
Kegagalan
server merupakan kondisi dimana server tidak dapat melayani client, meskipun
koneksi LAN sedang berada pada status connected. Ketika hal ini terjadi, maka
tentu saja user tidak akan bisa mengakses informasi yang dimiliki oleh server.
Mengapa
hal ini bisa terjadi?
Kegagalan server bisa terjadi karena banyak hal. salah satunya adalah sebagai berikut:
- Yang pertama, kegagalan server bisa terjadi karena server menjadi terlalu sibuk, sehingga menyebabkan kapasitas server sudah melebihi batas yang menyebabkan server megnalami kegagalan.
- Yang kedua adalah kondisi komputer server yang sedang tidak baik, misalnya harddisk yang terserang bad sector, ataupun diserang oleh virus-virus yang dapat menyebabkan server melambat dan menjadi off.
Bagaimana
mengatasi hal ini?
Untuk mengatasi hal ini, anda bisa
mematikan jaringan terlebih dahulu, lalu melakukan pengecekan terhadap server.
Bersihkan server dari malware dan program lainnya yang mencurigakan, atau bisa
juga merestart koneksi dan juga server.

